kata Duri

sesal itu selalu ada, 
ketika  sang puan tak tahan lagi meredup emosi
menahan rasa,
namun tak kuasa lagi menahan diri 

sekejap ingin redup, seketika pula mulai memuncak 
sampai akhirnya tak mampu lagi
lahirlah ia kata, yang tak sadar telah menjadi duri 

padahal sang puan hanya ingin dimengerti
ia kesepian, ia butuh sandaran
sederhananya ia merindukan

Komentar